logo illustration

Hi ! Welcome to my shop and blog. Hope you enjoy it !

Collaboration :
Bandung, Indonesia
+62 85 974986644
hello@heavenlyspace.net

Subscribe our newsletter

Fallin’ in Love with “Boho Style” (and the history)

Beberapa waktu lalu, dunia per-design interior-an mempopulerkan gaya Scandinavian yang diadopsi dari negara-negara Eropa Timur sebagai primadona home decor. Gaya yang menonjolkan warna-warna natural dan furniture fungsional ini memang masih banyak diminati sampai sekarang, terlihat dari banyaknya unggahan foto-foto rumah di Instagram yang memakai design ini. Sebelumnya, sempat pula nge-hits gaya Industrial dengan yang identik menggunakan material unfinished, gaya vintage yang identik dengan furniture kuno, shabby chic dengan warna-warna pastel dan motif bunga-bunganya ataupun Farm House yang mengedepankan kayu sebagai materialnya. Namun sebelum saya sempat mengaplikasikan gaya-gaya tersebut (yaiyalah, apa yang mau didecor, rumah cuman secuil tanah gini..hehe), saya jatuh cinta dengan Bohemian Style atau yang sering disebut “BOHO Style“.

Semenjak kenal dengan Boho Style, saya jadi sering buka Pinterest, follow inspirasi Bohemian Style di Instagram, nonton video yutub hingga akhirnya saya membuat kategori khusus di Blog ini, ” Boho Style”. Tujuannya simpel aja sih, ninggalin jejak dan sekedar sharing, siapa tau ada yang punya hobi sama.

Oh iya, sebelum ngomongin style ini lebih lanjut, cerita sedikit yuk history-nya si Boho ini.

Apa itu Bohemian?
In modern use, the term “Bohemian” is applied to people who live unconventional, usually artistic, lives. 

Nah, menurut mbah Wiki (baca: Wikipedia), kata Bohemian saat ini merujuk pada orang-orang yang hidup tidak konvensional, out of the box, biasanya memiliki artistic sense.

The original “Bohemians” were travellers or refugees from Central Europe (hence, the French  bohémien, for “gypsy). 

Suku Bohemian sendiri aslinya adalah pelancong atau pengungsi dari Eropa Tengah, karenanya oleh orang Perancis disebut “gypsy”. Namun ada pula yang mengatakan jika suku Bohemian ini sebenarnya berasal dari India, bukan dari Eropa dan mereka sampai di Eropa sekitar abad 13. Hmm, mungkin ini ya sebabnya Bohemian Style ada unsur-unsur India-nya gitu.

Boho 1-editBack to the history yang sering kita dengar atau tonton di film-film, orang gypsy adalah orang yang suka berpergian, hidupnya nomaden, identik dengan nyanyian dan tarian, dan misterius. Mereka mendapatkan sikap deskriminasi oleh sebagian besar orang Eropa, karena warna mata, kulit dan rambut mereka gelap, pakaian yang dikenakan dan bahasa yang digunakan juga berbeda. Pendatang baru ini dipaksa mendirikan tenda di luar pemukiman dan dilarang membeli barang kebutuhan sehari-hari, karena jarang diterima mungkin inilah alasan orang gypsy hidup nomaden. Karena kebiasaan hidup berpindah pindah, Boho Style cenderung melambangkan kebebasan.

Bagaimana Gaya Bohemian Bisa Populer?
Boho 2 edit

Courtsey of The Wall Street Journal

Kaum Gypsy adalah kaum yang mengalami deskriminasi namun bagaimana gaya mereka bisa menjadi sepopuler sekarang ya. Ternyata istilah Boheniasm muncul pada abad ke-19 ketika penulis, artis dan musisi di Perancis berada di kelas bawah, banyak seniman frustasi karena batasan dengan kasta kaum borjuis. Gaya hidup gelandangan dan miskin menjadi poret kehidupan seniman saat itu. Para seniman meromantiskan konsep hidup di selokan dan penderitaan untuk seni. Pun cara berpakaiannya tidak modis, colorful dan cerah. Orang-orang mengibaratkan style baru ini seperti orang gypsy sehingga Bohemian Style lahir.

Kalimat yang saya kutip dari Wikipedia, juga mengatakan :
The adherents of the “Bloomsburry Group”, which formed around Stephen sisters, Vanessa Bell and Virginia Woolf in early 20th century, are among the best-known examples.
“Bloomsburry Group”adalah kelompok penulis, intelektual, filusuf dan artist dari Inggris di sekitar pertengahan abad 20, nah salah duanya adalah Vanessa dan Virgia yang juga mempopulerkan gaya Boho ini.  .Eh wait…kenapa ya yang mempopulerkan Inggris bukan Perancis, which is kaum gypsy dikatakan tinggal di daerah Perancis?

Mungkin karena di abad 19 Bohemian Style muncul di Perancis dan Inggris berada di kawasan yang sama, Eropa barat, terjadi pertukaran budaya, orang-orang Perancis memperkenalkan Bohemiansm kepada Inggris kali ya (Ini opini pribadi ..hehe).

Bagaimana Perkembangan Bohemian Style di Indonesia?

Boho 3 edit Bohemian fashion style sempat ngehits di tahun 70-an, gayanya cenderung hippie dan colorful. Inget nggak foto cowok pake celana kuning gonjreng model cutbray yang dulu ngehits? OMG, kalau lihat-dilihat lagi emang bikin geleng-geleng kepala. Eits, tapi model Bohemian saat ini nggak kayak jaman dulu kok, saat ini fashion style Bohemian sudah lebih modern dan chic. Sering pula dikombinasikan dengan style gaya lain, yang penting ciri khas colorful pattern tetep ada.

Kalau home decornya sendiri baru populer akhir-akhir ini, saat orang-orang mulai memperhatikan dekorasi rumah sebagai aspek penting kenyamanan suatu hunian. Kalau jaman dulu mungkin hanya interior designer saja yang tau gaya-gaya mendesign rumah namun saat ini bahkan orang awam sekalipun dapat mendesign dekorasi rumah ala ala sehingga lebih banyak orang yang tau mengenai style home decor. Masih tetap dengan aksen full pattern dan colorful, bantal, karpet, furniture dan textil decoration jadi ciri khas gaya ini. Tak lupa rumbai-rumbai, tassel, dan tanaman juga is a must. Oh iya, juga MACRAME ! . Next post saya akan coba sharing tentang beberapa dekorasi ruangan yang bisa membuat terlihat seperti look Boho Style. Stay tune ya, I will update this blog post regularly.

Post a Comment